Jumat, 14 Mei 2010


Sifat & Hakekat Kejiwaan Manusia
John Amos Comenius :
Manusia memiliki 3 komponen yg menggerakkan aktivitas jiwa raga, yaitu 1) saraf pertumbuhan
2) Perasaan sifat dasar manusia
3) Intelek
Penjelasan :
Sifat tumbuhan : manusia tumbuh secara alami dg prinsip biologis dengan menggunakan lingkungannya
Sifat hewani : manusia mengalami desakan-desakan internal untuk mencari keseimbangan hidup. Melalui peralatan inderanya, manusia menjadi sadar dan menuruti keinginan dan seleranya.
Sifat intelektual : manusia mampu menemukan benar dan salahnya sesuatu, dapat membedakan baik dan buruknya obyek, serta dapat mengarahkan keinginan dan emosinya. Inilah sifat yg membedakan manusia dg makhluk lainnya.

Hakekat kejiwaan manusia terwujud dg adanya kekuatan-kekuatan serta aktivitas-aktivitas kejiwaan dlm diri manusia, yang semua itu menghasilkan tingkah laku yg lebih sempurna dari makhluk2 lain.
Kekuatan Jiwa Manusia
Plato (428-348 SM)
Jiwa manusia terdiri atas 3 bagian :
1) Akal, bagian jiwa yg berupakan kekuatan untuk menemukan kebenaran dan kesalahan. Dg akal manusia dpt mengarahkan seluruh aktivitasnya shg mampu memperoleh kehidupan yg lebih sejahtera.
2) Spirit, bagian kekuatan penggerak kehidupan pribadi manusia. Dg spirit manusia dpt menjalankan gagasan2 yg telah diputuskan oleh akal melalui pemilihan berbagai alternatif gagasan.
3) Nafsu, sebagai stimulan gerakan fisik dari kejiwaan dan merupakan kekuatan paling konkrit dalam diri manusia. Nafsu terbentuk dari segenap keinginan dan selera yg sangat erat hubungannya dg fungsi2 jasmani. Plato membedakan antara keinginan yg berguna dan konstruktif dg yg tidak berguna dan destruktif.

John Locke (1632-1704) dlm menjelaskan hakekat manusia, menekankan pembahasan tentang akal sebagai gudang dan pengembang pengetahuan. Menurut John Locke, akal mempunyai kekuatan serta materiil untuk melatih kekuatan itu. Ada 2 kekuatan akal manusia, yaitu :
1. Kekuatan pikir (pengertian). Segala peristiwa yg terjadi dalam akal dapat dikenal dan dikehendaki manusia. Pengertian terjadi dari proses pengamatan (kegiatan mengindra, mengenal, menalar dan meyakini). Mengamati berarti memasukkan ide-ide dan konsep-konsep ke dalam kesadaran dengan menggunakan berbagai macam cara. Pengamatan merupakan kapasitas awal dari intelek manusia. Pengertian memerlukan keterlibatan 6 kekuatan mental, yaitu a) mengamati, b) mengingat, c) imajinasi, d) kombinasi aktivitas psikis, e) abstraksi/pikiran, f) pemakaian tanda atau simbolisasi
2. Kekuatan kehendak (kemauan). Manusia sering mengimajinasikan sesuatu tindakan yg berhubungan dg suatu pilihan diantara berbagai alternatif. Jadi kemauan adalah kekuatan untuk memilih.

Bedakan kemauan dengan keinginan
Kemauan ialah kekuatan untuk memilih sesuatu keadaan atau tindakan di masa sekarang.
Keinginan ialah ide reflektif yang melibatkan sesuatu keadaan di masa mendatang.
Jean Jacques Rousseau (1712-1778) mengungkapkan ada 5 kekuatan jiwa manusia.
1) Penginderaan, yaitu bila obyek eksternal berinteraksi dg organ indra. Rousseau meyakini ada indra ke 6 yg disebut "common sense" (suatu kemampuan untuk mencerap atau mempersepsi dan memahami, serta memutuskan sesuatu obyek tertentu secara langsung) yg mengkombinasikan pengindraan thd sesuatu obyek menjadi satu persepsi atau ide.
2) Perasaan, yaitu ketika kita mengarahkan indra kita pada obyek, maka kita akan menyadari pula adanya perasaan tertentu (senang atau jijik) dalam diri kita. Perasaan adalah kekuatan untuk mendaratkan ide-ide.

3) Keinginan, yaitu kekuatan untuk mendapatkan obyek yang menurut idenya menyenangkan atau menolak obyek yg menurut idenya tidak menyenangkan, yakni :
a. Keinginan yg tidak dipelajari : bersifat inisiatif dan berasal dari rasa cinta diri dan kasih sayang. (lapar, haus, mengantuk, menangis, marah, tertawa, tersenyum, menggelengkan kepala, membelai, membimbing, mendidik, mengajar)
b. Keinginan yg dipelajari : bersifat kultural dan berasal dari interaksi serta pengalaman sosial.(mengingini kelebihan, membalas dendam, agresi, menghambakan diri, mengingini sesuatu seperti harta, pangkat, derajat, kehormatan, percintaan, persahabatan, persekutuan)
4) Kemauan, kekuatan untuk memungkinkan kita mengadakan pilihan di antara tujuan-tujuan yang bertentangan dan mengambil tindakan yg mengarah kepada tercapainya tujuan yang telah dipilih.
5) Akal, kekuatan penemu ide atau kebenaran sesuatu ide, memiliki 2 kapasitas yakni :
a. Kapasitas penalaran indera (common sense). Memberi ide tertentu tentang benda tertentu di alam sekitar.
b. Kapasitas penalaran intelektual. Menyimpulkan ide tentang sesuatu benda. Pd saat kita mengadakan hubungan antar ide secara abstrak, disitu kita lebih menguji kapasitas penalaran intelektual kita.
Aktivitas Kejiwaan
Segenap tingkah laku manusia mempunyai latar belakang psikologis.
Para pendidik perlu memahami kekuatan-kekuatan jiwa manusia, maka mereka perlu mengetahui hukum2 psikologis yang mendasari setiap aktivitas manusia, dalam hal ini anak didik. Hal ini penting agar pendidik mengenal hekekat anak didik sehingga mampu membimbing dan melayani belajar anak secara tepat dan efektif.
1) Pengamatan (dalam hal ini pengamatan indera)
Penglihatan (bentuk, warna, dalam/berdimensi tiga)
Pendengaran
Perabaan (dg perbuatan aktif & pengalaman pasif – panas, sakit, dst)
Pembauan
Pencecapan
2) Tanggapan
Tanggapan masa lampau (tanggapan ingatan)
Tanggapan masa sekarang (tanggapan imaginatif)
Tanggapan masa mendatang (tanggapan antisipatif)
3) Fantasi, aktivitas untuk membentuk tanggapan baru.
Fungsi fantasi :
Memahami sesama manusia
Menghargai kultur orang lain
Memahami hal yg ada ditempat dan waktu lain, mis : mempelajari ilmu sejarah atau ilmu bumi.
Melepaskan diri dari kesukaran atau melupakan kegagalan/kesan buruk
Membantu dlm mencari keseimbangan batin
Membuat merencanaan untuk dilaksanakan di masa akan datang.
4) Ingatan, melekatkan pengetahuan dg jalan mencamkan secara aktif.
Fungsi :
Mencamkan, yaitu menangkap kesan-kesan
Menyimpan kesan-kesan
Mereproduksi kesan-kesan
Sifat ingatan yang baik : cepat (untuk mencamkan), setia, kuat, luas (untuk menyimpan) dan siap (untuk mereproduksi ke alam sadar).
5) Pikiran, letak hubungan antar bagian pengetahuan yg telah ada dalam diri yang dikontrol oleh akal
3 langkah berfikir :
Pembentukan pengertian : mendeskripsi
Pembentukan pendapat : menolak, menerima, asumtif (kemungkinan)
Pembentukan keputusan : penarikan kesimpulan
Keputusan induktif : dari pendapat khusus membentuk pendapat umum
Keputusan deduktif : dari pendapat umum membentuk pendapat khusus
Keputusan analogis : membandingkan atau menyesuaikan suatu pendapat dg pendapat khusus yg telah ada.

Beberapa Cara Membimbing Pikiran
Agar pikiran berkembang dg baik, maka :
1. Perlu mengembangkan kemampuan dan keterampilan berbahasa pada anak didik.
2. Bukan memberi pengetahuan sebanyak-banyaknya, tapi yg terpenting ialah memberi sejumlah pengertian kunci yg fungsional bagi keterampilan berpikir anak.
3. Agar dpt berfikir cepat dan tepat perlu diberikan kepada anak itu bekal pengetahuan siap
4. Menggunakan alat peraga dalam pengajaran.
Poskan Komentar